Pemerintah Kembali Menambahkan Kuota Penyaluran FLPP di Penghujung Tahun 2019

 

Lembaga Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (LPDPP) telah melakukan Addendum Perjanjian Kerjasama Operasional dengan Bank BTN (Persero) pada tanggal 28 November 2019  tentang Penyaluran Dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan melalui Kredit Pemilikan rumah Sejahtera bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung program pengembangan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah di tahun 2019. Hal ini sehubungan dengan instruksi Presiden Republik Indonesia yang terbit pada tanggal 18 Oktober 2019 terkait penambahan dana Fasilitias Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Tahun 2019, pemerintah melakukan penambahan kuota penyaluran FLPP Tahun 2019 sebesar Rp2 triliun. Kebijakan penambahan kuota FLPP di akhir tahun 2019 ini dikeluarkan dalam rangka mendukung program pengembangan perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Instruksi Presiden RI tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Kementerian Keuangan dengan bersurat kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tanggal 21 November 2019 dengan perihal Pelaksanaan Penambahan Dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Tahun 2019.  Penambahan dana FLPP tersebut merupakan percepatan atas pelaksanaan Program FLPP yang telah dialokasikan dari Anggaran Pemerintah Belanja Negara (APBN) Tahun 2020 mendatang.

Dengan memperhatikan hal tersebut, Kementerian PUPR kemudian pada tanggal 22 November 2019 menugaskan Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP atau yang saat ini bernama LPDPP, PT Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk, dan/atau PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk melakukan kerjasama percepatan pelaksanaan KPR Sejahtera tahun anggaran 2020 ke tahun 2019.

Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa alokasi dana FLPP R.2 triliun tersebut disediakan terlebih dahulu pihak bank pelaksana maksimal sebesar Rp1,5 triliun dan didukung oleh maksimal Rp500 miliar oleh PT. SMF sebagai pinjaman kepada pihak perbankan. Nantinya dana dari perbankan tersebut akan diganti dengan menggunakan sebagian alokasi anggaran penyaluran FLPP yang telah ditetapkan pada APBN Tahun 2020. Sebelumnya, melalui APBN Tahun 2020 pemerintah telah menetapkan anggaran sebesar Rp9 triliun untuk dana FLPP ditambah Rp2 triliun dari pengembalian pokok, sehingga total anggaran FLPP menjadi Rp11 triliun. Adanya kebijakan percepatan atas pelaksanaan Program FLPP di akhir tahun 2019 ini tidak merubah target yang telah ditetapkan tahun 2020 sebesar 102.500 unit rumah.

Adapun proses penggantian cost of fund yang timbul dalam pembebanan APBN Tahun 2020 sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dilaksanakan berdasarkan hasil reviu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan tahun 2020 sebagai dasar penggantian atas dana yang telah dikeluarkan. Guna kelancaran proses penggantian dana di tahun 2020, pemerintah meminta BLU LPDPP untuk melakukan verifikasi atas tambahan penyaluran dana FLPP di tahun 2019 tersebut.

Realisasi FLPP Per 10 Desember 2019 

Pemerintah melalui BLU PPDPP mengalokasikan anggaran penyaluran dana bantuan pembiayaan perumahan FLPP untuk 68.858 unit rumah senilai Rp7,1 triliun dari DIPA ditambah dengan dana pengembalian pokok sebesar  Rp499 miliar untuk 5.179 unit. Tercatat, hingga per 10 Desember 2019 realisasi FLPP telah mencapai 1 yaitu 75.296 unit senilai Rp7, 292 triliun.

Berdasarkan target dan capaian tersebut, BLU PPDPP telah melakukan efektifitas penambahan penyaluran FLPP melalui efisiensi penyaluran dana FLPP dengan proyeksi realisasi kuota sebanyak 78.700 unit rumah. Kemudian dengan adanya instruksi presiden mengenai penambahan kuota Rp2 triliun ini, maka realisasi penyaluran FLPP tahun 2019 akan dapat mencapai lebih dari proyeksi yang telah dihitung oleh BLU PPDPP. Kebijakan pemerintah tersebut dilakukan sebagai jawaban terhadap kondisi over supply yang muncul dari permintaan masyarakat terhadap kebutuhan rumah subsidi. Pemerintah berharap di tahun berikutnya tidak terjadi kembali kondisi tersebut.

“Tahun 2019 ini memang penyaluran dana FLPP jauh meningkat jika dibnadingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan semakin bagusnya kinerja perbankan dan tingginya permintaan akan perumahan,” ujar Direktur Utama LPDPP, Arief Sabaruddin.