Pemerintah Selalu Hadir Menjawab Kebutuhan Rumah Bagi MBR

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Budi Hartono tampil sebagi pembicara dalam talkshow yang diadakan oleh 123.com, Protal Properti di Indonesia, Sabtu (10/9) di Balai Kartini, Jakarta. Talkshow yang bertajuk tentang Penyaluran Kredit Preumahan ini disaksikan oleh pengunjung yang sekaligus ingin menyaksikan pameran perumahan baik yang disubsidi oleh pemerintah maupun yang komersil.

Dalam talkshownya, Dirut Budi menyampaikan bahwa pemerintah selalu hadir dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah. Baru-baru ini pemerintah telah mengeluarkan  paket kebijakan ekonomi XIII yang mempersingkat waktu perizinan bagi pengembang yang ingin membangun rumah bagi MBR.  Sebelumnya pemerintah melalui PPDPP Kementerian Pekerjaan Umum  dan Perumahan  Rakyat (PUPR)  telah menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melalui Bank Pelaksana kepada MBR dengan suku bunga rendah, hanya 5%, jangka waktu kredit hingga 20 tahun dan bebas asuransi.

Dalam kesempatan yang sama, narasumber lainnya, Giovani Luciani, Asistant Vice President Consumer Loans Group Bank Mandiri Regional 1, 2, 3 menyatakan bahwa banknya turut aktif menyalurkan dana FLPP walaupun jumlahnya tidak terlalu besar. Dan ke depannya Bank Mandiri tetap ingin menyalurkan dana KPR FLPP ini kepada orang yang membutuhkan.

Pengamat Ekonomi, Yanuar Rizky mengungkapkan jika ingin berhasil dalam program perumahan bagi MBR, pemerintah tidak saja memikirkan  dana dengan suku bunga yang rendah tetapi juga sekaligus memikirkan  alat transportasi massa yang memudahkan MBR untuk berangkat dan pulang dari tempat kerja hingga kembali ke rumah mereka. “Saat ini rumah yang dibiayai dengan KPR FLPP masih terlalu jauh dengan tempat MBR bekerja sehingga banyak dari mereka yang tidak memilih atau kalaupun beli tidak ditempati. Ke depan. Moda transportasinya harus dipikirkan lebih matang agar maksimal hasilnya,” ujarnya menjelas.

Ke depan Dirut Budi menambahkan dengan adanya pameran ini, dipertemukan antara sisi suplai dan demand, sehingga diharapkan bisa memilih perumahan mana yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan MBR. Dan di sisi lain hal ini membantu juga menyukseskan program sejuta rumah pemerintah.