Pencairan Dana FLPP Tembus 30-Ribuan

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) bertugas untuk mengelola dan menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui bank pelaksana yang ditunjuk. Saat ini PPDPP bekerja sama dengan 37 bank pelaksana yang terdiri dari 10 Bank Umum Nasional dan 27 Bank Pembangunan Daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Per tanggal 13 April 2020, PPDPP tercatat telah menyalurkan dana FLPP sebanyak 31.428 unit rumah senilai Rp3,16 Triliun. Dari nilai ini, terdapat sebanyak 14.580 unit senilai Rp1,46 triliun realisasi dana talangan yang sudah dilaksanakan pada akhir tahun 2019 dan dibayarkan pada tanggal 31 Maret 2020.  Sehingga total penyaluran dana FLPP tahun 2010 hingga per 13 April 2020 adalah sebanyak 687.030 unit rumah senilai Rp47,525 Triliun.

Di tengah pandemi Covid 19, PPDPP tetap eksis berkarya dan kerja untuk MBR. Arief Sabaruddin, Direktur Utama PPDPP menyampaikan selama penerapan WFH berlangsung, PPDPP menyatakan bahwa secara rata-rata tiap harinya mampu menyelesaikan penyaluran FLPP hingga 500 debitur “Kami sempat mencapai angka tertinggi hingga 1.000 debitur, dan itu sampai dua kali” ujar Arief menambahkan.

Eko D. Heripoerwanto selaku Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (DJPI) Kementerian PUPR menyampaikan bahwa pandemi virus Corona Virus Disease (COVID-19) yang tengah mewabah di Indonesia saat ini memaksa pemerintah untuk memberlakukan kebijakan social distancing salah satunya dengan pola kerja Work From Home (WFH), namun hal tersebut dapat diatasi dengan kemajuan teknologi informasi yang memberikan kemudahan untuk tetap dapat berinteraksi tanpa adanya kontak fisik.

Kementerian PUPR dapat membuktikan bahwa penerapan WFH tidak menjadi kendala untuk tetap melaksanakan programnya dalam menyalurkan dana bantuan pembiayaan perumahan. “Forum virtual yang difasilitasi oleh PPDPP ini merupakan yang pertama kali dilakukan, dan dapat menunjukkan bahwa kebijakan maupun pelaksanaan bantuan pembiayaan perumahan tetap berjalan” ujar Eko