Penyaluran Dana FLPP Semakin Bergairah

Dari 38 Bank pelaksana yang bekerja sama dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), sebanyak 24 Bank pelaksana telah menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) per Senin (15/3) sebanyak 7.266 unit rumah senilai Rp794,250 miliar atau 4,61% dari total unit yang ditargetkan pemerintah tahun 2021. Sehingga total penyaluran dana FLPP dari tahun 2020 hingga 2021 mencapai Rp56,39 triliun untuk 772.121 unit rumah.

Penyaluran tertinggi dicapai oleh  BTN sebanyak 3.785 unit, BRI sebanyak 983 unit, BNI sebanyak 849 unit, BJB sebanyak 752 unit, Bank Jambi sebanyak 189 unit, Bank Sulselbar sebanyak 144 unit, Artha Graha sebanyak 132 unit, Bank Jatim Syariah sebanyak 124 unit, Bank Sumselbabel sebanyak 58 unit dan Bank Kalsel syariah sebanyak 54 unit.

Sedangkan bank Nagari sebanyak 38 unit, Bank Jambi Syariah sebanyak 32 unit, Bank Riau Kepri Syariah sebanyak 30 unit, Bank Riau Kepri sebanyak 23 unit, Bank BRI Agro sebanyak 20 unit, Bank Kalbar sebanyak 13 unit, Bank DIY sebanyak 9 unit, Bank Sumsel Babel Syariah sebanyak 8 unit, Bank Kalbar Syariah sebanyak 6 unit, Bank Nagari Syariah sebanyak 5 unit, Bank Jateng Syariah sebanyak 4 unit, Bank Kalsel sebanyak 3 unit, Bank Jateng sebanyak 3 unit dan terakhir bank NTT sebanyak 2 unit.

“Saat ini ada dua calon bank pelaksana lainnya yang akan segera bergabung dengan PPDPP dalam menyalurkan dana FLPP, yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank DKI yang saat ini masih dalam proses kerjasama,” ujar Arief Sabaruddin Direktur Utama PPDPP.