Penyaluran Dana FLPP Tembus 90,59%

Penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terhitung per Rabu(30/9) pukul 15.49 WIB telah mencapai 90,59% dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar 102.500 unit. Tercatat di dashboard  management control PPDPP sebesar 92.855 unit atau senilai Rp9,48 triliun. Sehingga penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 hingga 2020 telah mencapai 748.457 unit atau sebesar Rp53,8 triliun.

Penyaluran dana FLPP ini didukung oleh 42 bank pelaksana yang telah bekerja sama dengan PPDPP. Tercatat BTN telah menyalurkan dalam periode yang sama sebesar 39.942 unit disusul oleh BNI sebanyak 12.466 unit, BRI Syariah sebanyak 8.830 unit, BTN Syariah sebanyak 6.591 unit, BJB sebanyak 4.018 unit, BRI sebanyak 3.398 unit, Bank Mandiri sebanyak 1.935 unit, disusl oleh Bank NTB Syariah sebanyak 1.460 unit, Bank Sumselbabel Syariah sebanyak 1.189 unit serta Bank Jatim Syariah sebanyak 1.161 unit.

Menurut Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin menyampaikan apresiasi kepada bank-bank pelaksana yang sudah menyalurkan dana FLPP minimal atau lebih dari 70 persen dari jumlah kuota yang disepakati bersama. “Pertengahan Oktober ini PPDPP akan mengumpulkan semua bank pelaksana FLPP untuk segera dievaluasi dalam masa triwulan 3 tahun 2020,” ujar Arief Sabaruddin menjelaskan.

Tujuan pertemuan ini nantinya akan menjadi dasar peralihan kuota bagi bank pelaksana yang rendah kinerjanya ke bank pelaksana yang bagus kinerjanya. “Agar penyaluran dana ini efektif dan bisa segera dinikmati oleh masyarakat maka kami akan segera melakukan evaluasi kinerja bank pelaksana ini,” ungkapnya tegas.