Penyaluran Dana FLPP Tembus Rp8 Triliun

Penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) TA 2020 per 7 Agustus 2020 pukul 17.01 WIB telah mencapai Rp8,004 triliun  atau mencapai 76,97% dari target 2020 sebesar Rp11 Triliun untuk 78.896 unit rumah.  Sehingga total penyaluran dana FLPP sejak tahun 2010 hingga 2020 mencapai Rp52,37 triliun untuk 734.498 unit rumah. Penyaluran dana FLPP ini disalurkan oleh 39 bank pelaksana dari 42 bank pelaksana yang bekerja sama dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP).

Bank pelaksana FLPP dengan saluran tertinggi dicapai oleh Bank BTN sebanyak 39.939, menyusul Bank BNI sebanyak 7.682 unit, Bank BTN Syariah sebanyak 6.591 unit, BRI Syariah sebanyak 5.752 unit, Bank BJB sebanyak 2.990 unit, Bank Mandiri sebanyak 1.415 unit, Bank NTB Syariah sebanyak 1.101 unit, bank Sumselbabel sebanyak 991 unit dan sisanya bank pelaksana lainnya.

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin menyampaikan  setelah dilakukan evaluasi bank untuk triwulan II tahun 2020 telah terdapat 13 bank pelaksana yang turun kuota dan 11 bank pelaksana yang mendapat penambahan kuota. “Kami berharap dengan evaluasi yang dilaksanakan semua konsisten dan komit dalam menjalankan kesepakatan yang ada,” ujar Arief menjelaskan.

Saat ini menurut data management control PPDPP hari ini pukul 17.46 WIB, telah tercatat sebanyak 206.841 calon debitur yang mengakses Sistem Informasi KPR Bersubsidi alias SiKasep. Dari data yang ada sebanyak 85.399 calon debitur sudah dinyatakan lolos subsidi checking, 12.332 calon debitur telah masuk dalam proses verifikasi bank, 1.084 calon debitur dalam proses pengajuan dana FLPP dari Bank pelaksana kepada PPDPP.