Penyaluran Dana FLPP Terus Mengalir

Sebagai lembaga yang mengelola dana pembiayaan perumahan untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) per 3 Mei 2021 telah menyalurkan dana sebanyak 46.947 unit atau senilai Rp5,10 triliun (29,81% dari target yang ditetapkan oleh pemerintah sebanyak 157.500 unit). Sehingga penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 – 2021 telah mencapai 811.802 unit senilai Rp60,70 triliun.

“Kami menargetkan Oktober 2021, seluruh penyaluran dana FLPP telah tercapai sesuai dengan kesepakatan yang ada. Untuk itu kami sangat mengharapkan seluruh Bank Pelaksana FLPP bekerja lebih optimal untuk mewujudkannya dan menyesuaikan sesuai dengan target yang ditetapkan,” ujar Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin ketika bertemu dengan bank pelaksana beberapa waktu lalu.

Saat ini dari 39 Bank Pelaksana yang bekerja sama dengan PPDPP dalam menyalurkan dana FLPP, semuanya sudah melakukan penyaluran dana KPR Sejahtera FLPP. “Dari penyaluran yang ada masih didominan oleh rumah tapak, baru satu unit rumah susun yang cair yaitu di Rusunami Bandar Kemayoran,” ujar Arief Sabaruddin.

Bank BTN masih menempati posisi tertinggi dalam penyaluran dana FLPP, yaitu sebanyak 25.797 unit, diikuti oleh Bank BTN Syariah  sebanyak 5.579 unit, BNI sebanyak 5.556 unit, BRI sebanyak 2.530 unit, BJB sebanyak 1.497 unit, BSI sebanyak 1.035 unit, Bank Sulselbar sebanyak 475 unit, Bank Sumsel Babel sebanyak 369 unit, Bank  Kalsel Syariah sebanyak 346 unit dan Bank Jambi sebanyak 331 unit.