Penyaluran Dana FLPP Tetap Oke di Tengah Pandemi Covid 19

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) sebagai badan yang mengelola dan menyalurkan dana pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus menjalankan tugas ini dengan baik di tengah pandemi Covid 19 yang melanda tanah air.

Tercatat per tanggal 28 Mei 2020 telah tersalurkan 62.158 unit rumah senilai Rp6,28 triliun atau sebesar 60,64% dari target yang ditetapkan pemerintah sebanyak 102.500 unit tahun 2020. Sehingga total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 hingga 2020 mencapai 717.760 unit senilai Rp50,649 triliun.

Bank pelaksana penyalur tertinggi FLPP ditempati oleh Bank BTN sebanyak 37.986 unit, disusul BNI sebesar 6.003, BTN Syariah sebanyak 4.266 unit, BRI Syariah sebesar 2.771 unit, BJB sebanyak 1.676 unit dilanjutkan  oleh bank BRI sebesar 1.141 unit, Arthagraha sebesar 972 unit, Bank NTB Syariah sebanyak 854 unit dan Bank Jatim Syariah 665 unit…sisanya disalurkan oleh 31 bank pelaksana lainnya.

Jika dilihat dari aplikasi SiKasep, sebanyak 156.322 calon debitur sudah mengakses aplikasi ini per 29 Mei 2020 pukul 9.36 WIB. 28.869 calon debitur belum mengajukan subsidi checking, 59.041 calon debitur sudah dinyatakan lolos subsidi checking, 648 calon debitur tidak lolos subsidi checking dan 16.321 calon debitur sedang dalam proses verifikasi bank.

Menurut Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin, saat ini penyaluran dana FLPP tidak terkendala dalam suasana covid 19. Masih bisa dibilang normal walaupun terjadi penurunan jumlah calon debitur yang mengakses aplikasi SiKasep setiap harinya. “Masih wajar, walaupun ada penurunan jumlah calon debitur yang mengakses aplikasi SiKasep. Hal ini tidak terlepas dari aplikasi ini yang sangat mumpuni karena dari rumah pun masyarakat bisa mencari rumah subsidi yang diinginkannya dan memiliki bank pelaksana sesuai dengan kemauannya,” ujar Arief menambahkan.