Per April 2017, Papua Barat Banyak Serap KPR FLPP

Papua Barat per April 2017, menjadi provinsi tertinggi yang menyerap dana Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Provinsi ini menyerap 586 unit (15,22%). Menyusul kemudian Sumatera Utara sebesar 404 unit (10,50%); (3) Jawa Barat sebesar 368 unit (9,56%); (4) Banten sebesar 334 unit (8,68%); (5) Kalimantan Barat sebesar 325 unit (8,44%).

Realisasi penyaluran dana FLPP pada bulan April 2017 untuk 3 (tiga) urutan terbesar Bank Pelaksana yaitu: (1) Bank Artha Graha sebesar 366 unit atau 25,05%; (2) Bank Papua sebesar 355 unit atau 24,30%; dan (3) Bank BRI Syariah sebesar 285 unit atau 19,51%.

Pada tahun 2017 telah ditandatangani Perjanjian Kerjasama Operasional antara Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan dengan 27 (dua puluh tujuh) bank pelaksana yaitu: Bank BJB, Bank BJB Syariah, Bank Artha Graha, Bank BRI, Bank BRI Syariah, Bank Sumut, Bank Sumut Syariah, Bank NTB, Bank DIY, Bank Papua, Bank Jambi, Bank Sumselbabel, Bank Sumselbabel Syariah, Bank Kalsel, Bank Kalteng, Bank Nagari, Bank NTT, Bank Sultra, Bank Jateng, Bank SulutGo, Bank Riau Kepri, Bank Sulselbar, Bank Sulselbar Syariah, Bank Mayora, Bank Jatim, Bank BNI, dan Bank Mandiri.

Kinerja capaian penyaluran dana FLPP sampai dengan bulan April 2017 sejumlah 3.849 unit atau telah mencapai 3,21% dari target sejumlah 120.000 unit dan dengan nilai FLPP sebesar Rp 439,42 miliar atau mencapai 3,83% dari target sebesar Rp11,47 triliun. Sedangkan secara total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 sampai dengan bulan April tahun 2017 sebanyak 499.914 unit dengan nilai FLPP sebesar Rp28,66 triliun. Rendahnya penyerapan/ penyaluran FLPP disebabkan belum diterbitkannya DIPA FLPP sejumlah Rp 9,7 triliun. Seluruh pencairan sampai dengan April 2017 masih menggunakan dana hasil penerimaan pengembalian pokok bulan Januari s.d April 2017.