PPDPP Adakan Pra Evaluasi Bank Pelaksana TW III Tahun 2021

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) mengadakan Rapat Pra Evaluasi Bank Pelaksana triwulan (TW) III  tahun 2021 pada 19, 21 – 23 Juli 2021 secara virtual yang dihadiri oleh 40 bank pelaksana penyalur dana FLPP dan dipimpin langsung oleh Direktur Layanan PPDPP, Christ Robert Marbun.

Tujuan pelaksanaan rapat ini menurut Direktur Layanan, Christ Robert Marbun adalah agar seluruh bank pelaksana melakukan percepatan capaian target FLPP pada tahun 2021 bulan Oktober mendatang, Dijelaskan lebih lanjut oleh Direktur Layanan, hasil evaluasi triwulan II pada bulan Juni lalu, mengenai tindak lanjut percepatan capaian FLPP, saat ini PPDPP melakukan percepatan pencapaian target triwulan III dengan memajukan cut off capaian target evaluasi triwulan III ini pada tanggal 20 Agustus 2021 dan kegiatan evaluasi  triwulan III akan dimajukan pada bulan Agustus 2021.

Selain itu, Robert, demikian Direktur Layanan disapa menyampaikan bahwa sesuai dengan kesepakatan pada PKS dana FLPP antara PPDPP dan bank pelaksana akan dilakukan penyesuaian kuota pada triwulan ketiga ini. “Jika realisasi penerbitan KPR Sejahtera FLPP bank pelaksana tidak mencapai 75% dari target PKS, maka PPDPP akan melakukan pengurangan kuota minimal 25% terhadap sisa target PKS. Sebaliknya akan ada penambahan kuota kepada bank pelaksana  yang telah mencapai 80% dari target PKS,” ujar Robert memaparkan.

Bank Mega Syariah Salurkan Dana FLPP

Bank Mega Syariah, per tanggal 19 Juli 2021 telah resmi menjadi bank pelaksana penyalur dana FLPP tahun 2021, sehingga kini tercatat terdapat 41 bank pelaksana.

Tercatat, per 26 Juli 2021 dana FLPP telah tersalurkan sebanyak 101.606 unit senilai Rp11,075 triliun atau sebesar 64,51% dari target yang ditetapkan. Sehingga dana FLPP yang tersalurkan dari tahun 2010 – 2021 mencapai 866.461 unit atau senilai Rp66,673 triliun.

Tercatat dalam periode yang sama BTN telah menyalurkan dana FLPP sebanyak 53.781 unit, BTN Syariah sebanyak 12.588 unit, BNI sebanyak 10.625 unit, BRI sebanyak 5.939 unit dan BSI sebanyak 3.377 unit serta sisanya disalurkan oleh 35 bank lain.