PPDPP Agendakan Evaluasi Bank Pelaksana Akhir Juli

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) selaku badan yang mengelola dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tercatat per Rabu (15/7) telah menyalurkan dana pembiayaan perumahan ini sebanyak 76.914 unit senilai RpRp7,79 triliun atau telah tersalurkan sebesar 75,04%. Sehingga total realisasi FLPP dari tahun 2010 – 2020 sebanyak 732.516 unit senilai Rp52,16 triliun.

Dana ini disalurkan oleh 38 Bank pelaksana dari 42 yang bekerja sama dengan PPDPP untuk tahun 2020, yang terdiri dari  10 bank nasional dan 32 bank pembangunan daerah. Bank BTN masih menjadi bank pelaksana penyalur tertinggi sebanyak 39.739 unit, disusul oleh BNI sebanyak 7.682 unit, BTN Syariah 6.591 unit, selanjutnya BRI Syariah sebanyak 5.275 unit, BJB sebanyak 2.557 unit dilanjutkan oleh BRI sebanyak 2.205 unit, Bank Mandiri 1.415 unit, NTB Syariah 1.077 unit dan Artha Graha 1.027 unit serta Bank Sumselbabel 989 unit, sisanya disalurkan oleh bank pelaksana lainnya.

Minggu ke-4 Juli ini PPDPP merencanakan akan melakukan evaluasi terhadap 42 pelaksana FLPP. Bank pelaksana yang masih bekerja di bawah target yang telah disepakati akan segera diperingatkan untuk segera merealisasikannya.

“Sejauh ini target penyaluran dana FLPP masih on the track dan sesuai dengan yang telah direncanakan. Kami berharap bank pelaksana yang masih bekerja di bawah target untuk segera menuntaskan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujar Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin.

Pertemuan direncanakan akan menghadirkan beberapa bank pelaksana secara langsung dan bank pelaksana lainnya akan mengikuti secara virtual. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan mengingat wabah pandemic covid 19 masih melanda tanah air.