PPDPP Apresiasi Pengembang yang Terus Mengisi Data Perumahan di SiKumbang

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) terus berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam menyalurkan dana pembiayaan perumahan. Sebagai lembaga yang mengelola dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) per Selasa (28/7) dana ini telah disalurkan sebanyak Rp7,87 Triliun untuk 77.682 unit. Jumlah penyaluran dana ini sudah mencapai 75,79% dari total target yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebanyak Rp11 Triliun untuk 102.500 unit.┬áSehingga total penyaluran dana FLPP dari 2010 – 2020 mencapai Rp52,24 Triliun untuk 733.284 unit rumah.

Sementara itu dari dashboard management control PPDPP, terlihat bahwa hingga per Rabu (29/7) pukul 12.04 WIB terdapat 201.877 calon debitur yang mengakses aplikasi Sistem Informasi KPR Bersubsidi alias SiKasep. Sebanyak 36.628 calon debitur belum mengajukan subsidi checking, sebanyak 82.566 calon debitur sudah dinyatakan lolos subsidi checking dan 583 calon debitur tidak lolos subsidi checking. Sementara itu dari data tersebut, juga terlihat, sebanyak 12.649 calon debitur dalam proses verifikasi bank pelaksana FLPP dan 681 calon debitur sudah masuk dalam proses pengajuan dana FLPP ke PPDPP.

Aplikasi SiKasep, sebagai aplikasi gerbang menuju pembiayaan perumahan, juga memperlihatkan bahwa per hari ini, masyarakat yang mengakses data Selisih Suku Bunga (SSB) yang dikelola oleh Ditjen Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) sebanyak 14.665 calon debitur telah masuk dalam proses verifikasi bank pelaksana SSB, 3.214 calon debitur telah berada dalam proses pengajuan dana SSB ke Satker SSB di DJPI dan sebanyak 206 debitur telah menikmati fasilitas subsidi pembiayaan SSB ini.

Sementara itu untuk BP2BT atau Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan yang juga dikelola oleh DJPI bari terdapat 1 calon debitur yang masuk dalam proses verifikasi bank pelaksana BP2BT.

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin memberi apresiasi kepada 42 bank pelaksana FLPP yang tetap berkomitmen dalam menyalurkan dana FLPP di tengah pandemi yang masih melanda tanah air. Selain itu, Arief juga mengapresiasi para pengembang perumahan yang terus membantu mengisi data perumahan yang ada di SiKasep melalui Sistem Informasi untuk Pengembang atau yang dikenal dengan SiKumbang.

Saat ini menurut Arief per Jumat (29/7) pukul 12.52 WIB, terdapat 10.952 jumlah lokasi yang sudah terdaftar, 478 jumlah lokasi perumahan yang menunggu pengecekan dari PPDPP, 1.717 jumlah lokasi perumahan yang sudah diwarnai sesuai dengan data apakah masih tersedia, terjual atau lahan kosong. Dari data siKumbang juga terlihat, bahwa saat ini sudah terdaftar sebanyak 200.536 unit tapak yang terdaftar, 85.408 unit tapak subsidi dan 100.821 jumlah unit tapak yang terjual.

“Kami sangat menghargai upaya dari pengembang yang terus mengisi sitelatar SiKumbang. Semakin banyak perumahan yang terdaftar, efeknya data perumahan subsidi semakin bagus dan masyarakat semakin banyak memiliki pilihan rumah di SiKasep,” ujarnya optimis.