PPDPP Lakukan Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP di Pasar Bojong Indah

Jakarta – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) melalui Divisi Pemasaran, Unit Kerja Direktur Layanan kembali lakukan Sosialisasi terkait Program KPR Sejahtera FLPP di Pasar Bojong Indah, Jalan Manggis Raya, Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat. Sosialisasi ini dilakukan selama dua hari sejak tanggal 18 hingga 19 Oktober 2018.

Kementerian PUPR melalui PPDPP melaksanakan program pembiayaan perumahan untuk MBR dalam rangka memiliki rumah layak huni melalui Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahtera FLPP) yang merupakan bagian dari Program Sejuta Rumah dengan bunga hanya 5% dan jangka waktu hingga 20 tahun.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR memberikan amanat kepada Badan Layanan Umum (BLU) PPDPP untuk mengelola dan menyalurkan Dana susbsidi KPR Sejahtera FLPP melalui 43 Bank Pelaksana yang terdiri dari Bank Nasional dan Bank Pemerintah Daerah.

Masyarakat yang berhak menerima KPR Sejahtera FLPP ini adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dengan kategori yaitu, Warga Negara Indonesia, berpenghasilan maksimal 4 Juta Rupiah perbulan untuk pengajuan rumah tapak sederhana atau 7 Juta Rupiah untuk pengajuan rusunami, belum memiliki rumah dan belum menerima subsidi rumah, memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun, dan berusia diatas 21 tahun.

Ada 6 kemudahan yang diterima oleh MBR melalui KPR Sejahtera FLPP, diantaranya angsuran sampai dengan 20 tahun, mendapat Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar 4 Juta, Bebas PPn, Bebas Premi Asuransi, Bunga 5%, dan Uang Muka yang Ringan.

Darsuni salah satu warga yang berprofesi sebagai pedagang asal Pemalang mengatakan bahwa program ini sangat membantu masyarakat yang belum memiliki rumah, dirinya juga berharap agar anaknya yang kini telah cukup syarat sebagai debitur dapat mengetahui program ini dan mampu memiliki rumah melalui program sejuta rumah ini “Alhamdulillah… Cukup membantu, dan saya juga berharap anak saya yang saat ini kerja di Bogor suatu saat dapat memiliki rumah sendiri di dekat tempat kerjanya” ujarnya.