PPDPP Selenggarakan Sharing Session Penyaluran KPR Sejahtera FLPP di Makassar

Senin, 15 Oktober 2018 – Bertempat di Hotel Aryaduta Makassar, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR selenggarakan Sharing Session Pemangku Kepentingan KPR Sejahtera FLPP. Acara yang diselenggarakan oleh Unit Kerja Direktur Keuangan PPDPP ini mengundang Bank Pelaksana, Pemerintah Daerah, dan Pengembang di daerah Provinsi Sulawesi Selatan.

Hadir langsung jajaran Direksi PPDPP memimpin acara, diantaranya Direktur Utama PPDPP, Budi Hartono; Direktur Keuangan, Arief Rahman Hakim; Direktur Layanan, Bimo Adi Nursanthyasto; Direktur Operasi, Nostra Tarigan; dan Achmad Saefudin selaku Dewan Pengawas PPDPP.

Adapun Pemerintah Daerah yang hadir dalam acara ini seperti Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan; Kepala Bidang Perumahan Provinsi Sulawesi Selatan; dan Kasi Pembiayaan Perumahan Provinsi Sulawesi Selatan. Sedangkan Bank Pelaksana yang hadir diantaranya perwakilan Bank NTT, Bank Sulteng, Bank Sulutgo, Bank Sulselbar Syariah, Bank Sultra, Bank Mandiri, dan Bank BRI Syariah. Dari pihak pengembang hadir perwakilan Himpera dan Perwakilan Pengembang Indonesia.

Arief  Rahman Hakim dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mendapatkan masukan untuk peningkatan kinerja FLPP sekaligus melakukan sesi sharing untuk mengetahui kendala penyaluran FLPP yang sering dijumpai.

Dalam paparan PPDPP yang disampaikan oleh Budi Hartono, disebutkan bahwa Provinsi Sulawesi Selatan termasuk dalam urutan lima besar provinsi dengan serapan tertinggi, yang mencapai 13.768 unit per 4 Oktober 2018.Berkaca dari bencana gempa di Lombok pada September 2018 lalu, Budi sampaikan bahwa kualitas rumah menjadi perhatian pemerintah, sehingga kualitas rumah yang dibangun harus sesuai dengan ketentuan pemerintah. Untuk itu, Sertifikat Laik Fungsi (SLF) diberlakukan dan ditekankan untuk menjaga kualitas rumah dan melindungi masyarakat “SLF seyogyanya dilakukan sebelum dibangun, saat dibangun, dan setelah dibangun” pungkas Budi.

Heru Amran, selaku bagian Pembiayaan Dinas Perumahan  dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa saat ini di Sulawesi Selatan terdapat 16 Asosiasi Pengembang dengan 300 anggota pengembang yang aktif. Heru melanjutkan, bahwa Pokja PKP Sulawesi Selatan siap untuk membantu memberi data terkait peningkatan percepatan penyaluran dana FLPP.

Kegiatan sharing session ini berlangsung hingga Rabu mendatang, yang disertakan dengan kegiatan kunjungan lapangan terhadap rumah FLPP dan rekonsiliasi penyaluran dana FLPP dengan bank pelaksana.