PPDPP Targetkan 2017 Bisa Lakukan Pencairan KPR FLPP 1 Hari

Demikian optimisme ini terucap ketika Direktur Utama, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Budi Hartono diwawancarai oleh tim redaksi dari Buletin RB (Reformasi Birokrasi) yang akan segera diterbitkan oleh Ditjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Rabu (31/8) sore di ruang rapat Rajawali, Gedung PPDPP.

Saat ini menurut Dirut Budi, PPDPP tengah konsentrasi untuk mempersiapkan sistem IT dan semua infrastruktur pendukungnya. Semua ini dilakukan oleh PPDPP untuk bisa melayani masyarakat dan stakeholder dengan cepat, tepat dan akurat. Salah satunya adalah dengan meluncurkan e-FLPP pada tanggal 3 Agustus 2016 lalu. Sistem e-FLPP ini adalah sebagai suatu upaya untuk meningkatkan layanan dan mendukung program quick wins Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, yaitu penyaluran dana FLPP melalui KPR Sejahtera bagi MBR kepada Bank pelaksana dari maksimal dari 7 hari kerja menjadi 3 hari kerja.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi, Nostra Tarigan yang turut mendampingi menyatakan bahwa untuk mendukung pelayanan yang lebih cepat, dalam proses berjalan PPDPP menyiapkan sistem house to house dan mirroring data dengan perbankan sehingga diharapkan nantinya mulai dari persetujuan kredit, akad kredit hingga dana cair bisa dilakukan hanya lewat sistem IT. “Kami sudah membicarakannya dengan 10 bank umum nasional mengenai mekanisme pertukaran datanya dan komponen data yang akan dipertukarkan. Tahun ini kami akan menyiapkan pilot project-nya,” ujarnya optimis.

Selain itu, Direktur Operasi juga sedang mempersiapkan dashboard FLPP. Dengan sistem ini masyarakat akan mengetahui dimana saja letak proyek perumahan yang dibiayai dengan KPR FLPP berada. Sistem ini akan memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat mengenai penyaluran dana FLPP, dimana sistem ini bisa diakses sampai tingkat kabupaten/kota per bank pelaksana dan per pengembang. Dari sistem keamanan pun, PPDPP telah mulai menjajaki kerja sama dengan Lembaga Sandi Negara, agar data yang ada terlindungi dan aman.

Ke depan, masih banyak sistem IT untuk menunjang pelayanan yang cepat yang sedang dipersiapkan oleh PPDPP. Mulai dari e-Monev, e-supply hingga nantinya akan membuat program dimana sinyal HP bisa digunakan sebagai penanda untuk memonitoring, apakah rumah yang dibeli dengan KPR FLPP dihuni atau tidak.