PPDPP Turut Andil Sosialisasi di Ajang Banking Fair BNI

Bertajuk Loyalty Program BNI – Kementerian Kesehatan RI dan Banking Fair BNI, acara ini diselenggarakan selama dua hari di halaman Kementeriaan Kesehatan Jl. H. R. Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan pada tanggal 20 – 21 April 2016. Acara yang diselenggarakan dalam rangkaian perayaan ulang tahun ke 70 Bank Negara Indonesia (BNI), bermaksud mengenalkan program – program perbankan BNI serta pihak ketiga yang bekerjasama dengan bank BUMN tersebut,  sehingga informasi kepada khalayak  dan serta pegawai Kementeriaan dan BUMN khususnya dapat tercapai dengan maksimal.

Dalam sambutan pembukaannya Zulkasni Basir selaku perwakilan dari BNI mengatakan bahwa saat ini untuk meningkatkan revenue serta pelayanan, baik perbankan maupun jasa lainnya harus jemput bola ke masyarakat.  “Melalui pameran ini kami mengajak pihak ketiga yang bekerja sama dengan BNI agar turut serta menyampaikan informasi program mereka, ” ujarnya.

Di kesempatan terpisah Frito Marcevianto, selaku Vice President Branch Sales dan Business Development BNI juga menyampaikan BNI selalu siap dan akan terus menjalin kerja sama dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan demi mensukseskan program KPR – FLPP (Kredit Pemilikan Rumah – Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan)

Sementara itu Untung S Suparjo, Sekretaris Jenderal Kementeriaan Kesehatan RI memberikan antusias tinggi akan program ini.  “Meningkatnya kesejahteraan pegawai harus berbanding terbalik dengan sifat konsumtif yang ada pada diri kita. Smoga masyarakat bisa memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan informasi lebih banyak lagi,” ujarnya sembari   menghampiri dan menanyakan program yang diberikan dari  tiap stand pameran yang  ada.

Informasi yang diberikan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) sendiri dinilai sangat informatif dan tepat sasaran. Banyak PNS di lingkungan Kementerian Kesehatan yang memanfaatkan momen ini untuk menggali informasi lebih banyak. . “Saya pikir pegawai negeri tidak boleh menikmati Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), ternyata boleh yah,” ungkap Putri Nur Hanifah pegawai Kementeriaan Kesehatan RI.

Melalui ajang ini masyarakat pada umumnya diharapkan memahami bahwa program KPR – FLPP bisa dinikmati Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan penghasilan pokok paling tinggi Rp 4 juta dan belum pernah mendapatkan subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah.

Turut serta meramaikan pameran tersebut, dari otomotif Nissan dan Yamaha, dari infrastruktur ada dari Adhikarya, Annie Land, dan pengembang lainnya.(Boma)