PUPR Alokasi Anggaran Untuk Rumah Rp.7,57 Triliun TA 2019

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran pembangunan untuk program penyediaan perumahan sebanyak Rp 7,57 Triliun tahun ini. Anggaran tersebut nantinya akan dipergunakan untuk pembangunan fisik rumah sekitar 215.503 unit rumah.

“Total bantuan pembangunan fisik untuk program penyediaan perumahan Kementerian PUPR adalah Rp 7,57 triliun untuk 215.503 unit rumah,” ungkap Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (6/5).

Khalawi mengatakan, ada beberapa program pembangunan perumahan yang akan dilaksanakan oleh PUPR. Program tersebut adalah pembangunan rumah susun (Rusun) sebanyak 6.873 unit dengan alokasi dana Rp 2,62 triliun. Kedua adalah rumah swadaya 206.500 unit dengan alokasi dana Rp 4,28 triliun.

Sedangkan Program ke tiga adalah pembangunan 2.130 unit rumah khusus (Rusus) dengan alokasi dana Rp 551,25 miliar dan ke empat adalah bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) seperti jalan lingkungan untuk perumahan bersubsidi sebanyak 13.000 unit dengan dana sekitar Rp 123,8 miliar.

“Selain pembangunan fisik, Kementerian PUPR juga akan memberikan bantuan pembiayaan perumahan untuk masyarakat seperti melalui KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga (SSB), SBUM dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), terangnya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, kata Khalawi, capaian Program Satu Juta Rumah mengalami peningkatkan yang cukup siginifikan. Pada tahun 2015 pembangunan rumah tercatat 699.770 unit rumah, tahun 2016 sebanyak 805.169 unit rumah, 2017 sebanyak 904.758 unit rumah dan tahun 2018 capaiannya melonjak menjadi 1.132.621 unit rumah. Sedangkan sampai bulan April 2019, pembangunan rumah untuk masyarakat sudah tercatat sekitar 280 ribu unit rumah.

“Target kami di tahun 2019 adalah pembangunan rumah sebanyak 1,25 juta unit rumah,” tandasnya.

Seperti diketahui bahwa, selama empat tahun Program Satu Juta Rumah (PSR) PUPR telah melakukan pembangunan rumah sekitar 3.542.318 unit rumah. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah mengingat pada tahun 2019 pemerintah mentargetkan pembangunan 1,25 juta unit rumah di dalam Program Satu Juta Rumah.

“Total capaian Program Satu Juta Rumah selama empat tahun sejak 2015 hingga 2018 lalu sebanyak 3.542.318 unit rumah,” ujar Khalawi.

Khalawi menjelaskan, pelaksanaan Program Satu Juta Rumah sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo di Ungaran, Jawa Tengah tanggal 29 April 2015 terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Hal itu dikarenakan Program Satu Juta Rumah dinilai sebagai salah satu kebijakan yang pro rakyat dan menjadi terobosan dalam proses penyediaan perumahan yang layak huni bagi masyarakat Indonesia.

Program Satu Juta Rumah, imbuh Khalawi, juga sesuai dengan amanat konstritusi yang menyatakan bahwa negara bertanggung jawab atas penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman yang pembinaannya dilaksanakan oleh pemerintah. Sedangkan target dan misi yang ingin dicapai dalam program tersebut adalah bagaimana pemerintah dapat menjamin ketersediaan rumah layak huni dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, mempermudah akses masyarakat dalam memiliki rumah di Indonesia.

“Program Satu Juta Rumah ini merupakan wujud nyata bahwa negara benar-benar hadir dalam menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat Indonesia,” tandasnya.