Repatriasi Menjadi Momen Kebangkitan Properti di Indonesia

Program pengampunan pajak merupakan momentum bagi kebangkitan properti di tanah air. Banyak pengembang optimis investasi sektor properti yang melambat dalam dua tahun terakhir akan membaik pada tahun 2017.

Indonesia Property Watch‎ (IPW) melihat kebijakan amnesti pajak yang dijalankan pemerintah, dapat membawa dampak positif dan negatif terhadap industri properti.

Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda‎ mengatakan, tax amnesty diperkirakan akan mendorong transaksi properti dari dana-dana yang saat ini terbilang menganggur, terlebih pajak yang relatif kecil membuat dampak psikologis yang kuat bagi pasar membeli properti, khususnya menengah atas.

Sementara dampak negatif, Ali menjelaskan, ‎pembangunan sektor infrastruktur dan properti akan memberikan dampak luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi, namun di sisi lain dengan banyaknya pembelian properti dari dana yang besar tersebut akan membuat peningkatan harga properti tinggi.

Lebih lanjut dia mengatakan, meskipun masih belum dapat dikatakan akan terjadi bubble tetapi kondisi tersebut pastinya akan mendongkrak harga tanah dan pada akhirnya tanah untuk properti menengah bawah akan semakin langka, alhasil menyulitkan program pemerintah dalam merealisasikan sejuta rumah.

Bagaimana dengan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)? Ketua Umum Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI), Eddy Hussy melihat perlu komitmen yang kuat dari pemerintah untuk mempercepat pembangunan rumah murah bagi MBR. Apalagi menyangkut soal perizinan yang telah dibahas antar kementerian dan telah disepakati untuk memangkas baik dari segi waktu maupun dari sisi tahapannya. “Pemerintah harus tegas agar hal ini diimplementasikan dengan baik di lapangan,” ujarnya tegas.