Sebanyak 500 calon debitur KPR FLPP Lakukan Akad Massal bersama Bank BRI

Menutup pekan ketiga bulan ini, Jum’at (19/6) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR secara daring hadir dalam kegiatan akad kredit massal KPR Subsidi FLPP yang diselenggarakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui aplikasi video daring Zoom. Hadir dalam video conference seremoni akad kredit massal tersebut, Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin yang didampingi oleh jajaran Direksi PPDPP lainnya, yaitu Direktur Keuangan PPDPP, Arief Rahman Hakim, Direktur Layanan PPDPP, C. Robert Panusunan Marbun; dan Direktur Umum dan Hukum PPDPP, Atik Niene Nierani Iskandar. Acara akad kredit massal ini dilaksanakan serentak di 6 kota di Indonesia, diantaranya yaitu Medan, Malang, Banjarmasin, Makassar, Manado, dan Jayapura. Total MBR yang menerima bantuan KPR subsidi ini sebanyak 500 orang. Kegiatan akad massal ini dikabarkan akan dilaksanakan dalam beberapa gelombang, dengan total bantuan yang akan disalurkan secara keseluruhan mencapai 1.500 calon debitur.

Sejak awal tahun 2020 ini, Kementerian PUPR telah menerapkan aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) dan Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) yang keduanya dikelola oleh PPDPP, seluruh alur bisnis penyaluran bantuan ini dilakukan secara online dan meminimalisir tatap muka. Sehingga proses penyaluran bantuan rumah subsidi masih dapat berjalan dengan normal meski pandemic covid-19 masih menghantui Negeri ini. Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin berharap adanya peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat setelah menerima bantuan rumah subsidi dari pemerintah ini, hal ini menurunya bisa diwujudkan dengan tersedianya rumah subsidi yang berkualitas bagi masyarakat.

“Dengan kondisi saat ini rumah adalah segalanya, dengan kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi komunikasi, rumah juga sekaligus bisa menjadi sekolah, kantor, tempat ibadah, tempat usaha dan lain-lain. Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang ada, peluang MBR untuk menjadi lebih sejahtera dapat terwujud, sehingga nilai manfaat dari program bantuan rumah subsidi ini kedepannya juga bisa dinikmati oleh saudara-saudara kita lainnya.” Ujarnya.

Selain itu Rumah adalah salah satu kebutuhan utama manusia, sehingga terpenuhinya kebutuhan rakyat akan rumah menjadi indikator kesejahteraan suatu Negara, hal ini seperti disampaikan oleh Arief dalam sambutannya “bahwa Pemerintah harus bisa menyediakan rumah subsidi yang berkualitas bagi MBR sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan penghuninya, karena berangakat dari rumah yang sejahteralah Negara kita akan sejahtera,” Imbuhnya. Arief juga tidak bosan mengingatkan kepada seluruh stakeholder program pembiayaan KPR subsidi agar mendukung program pemerintah dalam penerapan aplikasi SiKasep dan SiKumbang dalam peroses penyaluran KPR Subsidi, karena hal ini dapat memudah masyarakat untuk mengakses bantuan program rumah subsidi dari pemerintah.

Hingga saat ini, realisasi BRI sudah lebih dari separuh perjalanan dari target tahun 2020 yang ditetapkan sebesar 3.000 unit rumah atau dengan nilai Rp321,9 Miliar. Per 17 Juni 2020 realisasi penyaluran FLPP yang dilakukan BRI menduduki peringkat enam besar dari 42 bank pelaksana penyalur FLPP tahun 2020, yaitu sebesar Rp151,4 miliar atau 1.452 unit rumah.