Sharing Session PT. SMF dalam Mengenal SiKasep

Jakarta (3/1) – Guna optimalkan penyelenggaraan pemenuhan kebutuhan hunian tahun 2020 dan tahun-tahun berikutnya, PT Sarana Multigriya Finansial (PT SMF) Persero kunjungi kantor PPDPP yang berlokasi di Jl. Palatehan II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kunjungan yang dilakukan tersebut dalam rangka sharing session terkait pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep).

Hadir dalam kunjungan tersebut, Direktur Utama PT. SMF Ananta Wiyogo yang didampingi Direktur Manajemen Risiko dan Operasional, Heliantopo bersama dengan jajaran staf Divisi Teknologi Informasi PT SMF. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin yang didampingi Direktur Operasi PPDPP, Martanto Boedi Joewono bersama dengan segenap jajaran staf Divisi Teknologi Informasi PPDPP yang dipimpin oleh Moch Ihsan.

Sharing session tersebut membahas bagaimana sistem SiKasep bekerja dalam melakukan indentifikasi pengguna yang mengajukan permohonan rumah subsidi secara online. Selain itu, Arief Sabaruddin juga menjelaskan bahwa aplikasi SiKasep tersebut akan terus dikembangkan dan berpotensi menjadi Big Data dalam menjawab kebutuhan hunian maupun potensi pengembangan hunian yang selama ini dibutuhkan.

Kendati baru diluncurkan sejak 2 minggu lalu terhitung dari 19 Desember 2019, SiKasep telah mencatat lebih dari 3.200 pengguna yang melakukan pengajuan. Oleh sistem SiKasep, pengajuan tersebut saat ini cenderung dalam tahap verifikasi apakah para pengguna tersebut memenuhi kriteria dan ketentuan untuk menerima bantuan pembiayaan perumahan sesuai yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dalam sharing session tersebut Ananta Wiyogo mengapresiasi keberadaam SiKasep yang dikelola oleh PPDPP.

SiKasep merupakan inovasi yang dilakukan oleh PPDPP dalam membentuk konsep Big Data terkait dengan informasi backlog perumahan yang lebih akurat dan update, serta data dan informasi terkait dengan ketersediaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). SiKasep dibentuk berdasarkan konsep supply (ketersediaan) dan demand (kebutuhan).  Melalui SiKasep, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan ketersediaan hunian langsung dari masyarakat dan dapat mendorong para pengembang bersama dengan bank pelaksana untuk memenuhi ketersediaan hunian sesuai yang dibutuhkan masyarakat.