SiKasep Diminati Berbagai Kalangan

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) per 31 Januari 2020 telah merealisasikan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp3,119 miliar untuk 32 unit rumah tapak. Tahun 2020, PPDPP memiliki target penyaluran FLPP sebesar Rp11 triliun untuk 102.500 unit rumah.

Pencairan dana FLPP masih tergolong sedikit karena saat ini masih proses peralihan dari cara biasa ke aplikasi baru yang sudah dikembangkan oleh PPDPP. Aplikasi yang bernama Sistem Informasi KPR Subsidi FLPP ini diluncurkan 19 Desember 2019 lalu yang dikenal dengan sebutan SiKasep.

Hingga  Senin, 3 Februari 2020 pukul 14.46 WIB, telah tercatat 62.901 calon debitur yang sudah mengakses SiKasep, 21.919 calon debitur yang belum mengajukan subsidi checking, 31.048 calon debitur yang sudah dinyatakan lolos subsidi checking, sedangkan 1.534 calon debitur dinyatakan tidak lolos subsidi checking dan 7.755 calon debitur sudah masuk tahap proses verifikasi di bank pelaksana, dan 15 calon debitur sedang mengajukan dana FLPP ke PPDPP.

Dari database PPDPP terlihat, tak hanya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)  saja yang mengakses SiKasep tetapi juga terdapat masyarakat berpenghasilan bawah dan atas. Masyarakat dengan penghasilan bawah dikisaran kecil dari Rp2,5 juta terdapat sebanyak 6.049 calon debitur. Masyarakat dengan penghasilan antara Rp4 juta hingga Rp7 juta yang bisa menjadi calon debitur untuk rumah susun, terdapat sebanyak 6.021 calon debitur dan masyarakat atas dengan penghasilan besar dari Rp 7 juta terdapat 1.404 calon debitur.

“Minat masyarakat cukup tinggi terhadap aplikasi ini. Telepon yang masuk melalui layanan hotline yang bebas pulsa sangat tinggi hingga 120 penelpon setiap harinya. Belum lagi yang bertanya lewat media sosial dan yang datang datang langsung ke kantor PPDPP ,” ujar Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin menjelaskan.

Saat ini masih terdapat 15.266 calon debitur yang belum menentukan bank pelaksananya. Dari 37 bank pelaksana yang bekerja sama dengan PPDPP, masyarakat bisa menentukan sendiri bank pelaksananya sesuai dengan pilihan masing-masing37 Bank Pelaksana yang bekerja sama dengan PPDPP, 10 Bank nasional dan 27 Bank Pembangunan Daerah. Bank Nasionalnya adalah : 1.Bank BTN, 2. BTN Syariah, 3.Bank BNI, 4.BRI Syariah, 5.Bank Artha Graha, 6. BRI, 7.Mandiri, 8. BNI Syariah, 9. BRI Agro dan 10. KEB Hana.

Bank Daerahnya adalah: 1. Bank BJB, 2. Bank BJB Syariah, 3. Bank Sumut, 4. Bank Sumut Syariah, 5. Bank Jambi, 6. Bank Jambi Syariah, 7. Bank Kalbar, 8.Bank NTB Syariah, 9. Bank Sulselbar, 10. Bank Sulselbar Syariah, 11. Bank Sumselbabel, 11. Bank Sumselbabel Syariah, 12. Bank Jatim, 13. Bank Jatim Syariah, 14. Bank Aceh Syariah, 15. Bank Papua, 16. Bank Nagari, 17. Bank Nagari Syariah, 18. Bank NTT, 19. Bank Kalsel, 20. Bank Kalsel Syariah, 21, Bank Riau Kepri, 22. Bank Riau Kepri Syariah, 23. Bank Sulteng, 24. Bank Jateng, 25. Bank Jateng Syariah, 26. Bank Kaltimtara, dan 27. Kalbar Syariah