Sinergitas Pelaku Pembangunan Perumahan Sangat Dibutuhkan

Dalam rangka memperingati hari perumahan nasional (Hapernas) ke-9 tahun 2016, Kementerian PUPR melakukan pemancangan bor pile sebagai wujud sudah mulainya dilaksanakan proyek pembangunan Rusunami Sentraland Bekasi. Ground breaking Rusunami Sentraland Bekasi ini Senin (22/8) diresmikan oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Dirjen Pembiayaan Perumahan, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR dan Direktur Utama Perum Perumnas. Kegiatan ini salah satu dari rangkaian kegiatan lainnya yaitu peresmian rumah tapak di Lampung dan Garut yang dilaksanakan oleh Perum Perumnas.

“Ini merupakan bentuk komitmen Perumnas dalam menyediakan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan harga terjangkau melalui program sejuta rumah,” ungkap Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo dalam acara groundbreaking rusunami Sentraland Bekasi, Bekasi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PUPR menyatakan apresiasinya kepada Perum Perumnas dalam mendukung Program Sejuta Rumah.  Oleh sebab itulah,  pada peringatan Hapernas pada tahun 2016 ini, pemerintah berusaha mencanangkan “Percepatan Program Pembangunan Sejuta Rumah Melalui Kemudahan Perizinan”. Pemecahan masalah dan kendala perumahan rakyat yang ada sekarang ini tentunya tidak dapat dilakukan hanya secara parsial dan sektoral melalui kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak berkelanjutan dan pembangunannya tersebar. “Namun harus dilakukan melalui sinergitas yang terpadu semua pihak yang terkait baik Pemerintah, dunia usaha, asosiasi, perguruan tinggi, pemerhati maupun masyarakat sehingga akan tercapai keterpaduan kegiatan,” ujar Basuki.

Program Satu Juta Rumah memerlukan dukungan Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta dan Masyarakat pelaku pembangunan dan salah satu unsur untuk mencapainya diperlukan kemudahan perizinan. Dengan momentum hari perumahan nasional (Hapernas) tahun 2016 diharapkan mampu meningkatkan komitmen semua pelaku pembangunan perumahan dalam rangka percepatan program Satu Juta Rumah.

Basuki Hadimuljono juga menyatakan dengan terlaksananya pembangunan perumahan, maka akan ada pergerakan ekonomi di dalamnya, mengingat akan banyak industri terkait yang ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan dan penghunian rumah nantinya. “Karena dengan pembangunan perumahan banyak industri yang terkait baik dari pembangunan sampai penghuniannya,” jelasnya.

“Dalam penghuniannya, terutama buat pasangan-pasangan muda, pasti mereka butuh rice cooker, furniture, sendok, piring dan lain-lain. Sehingga banyak indutri yang akan ikut. Dalam pembangunan huniannya, tidak kurang ada sekitar 15 industri yang ikut, semen, paku, papan dll. Sehingga banyak sekali industri yang terikut dalam pembangunan perumahan,” imbuhnya.

Rusunami Sentraland Bekasi nantinya akan dibangun 5 tower, dimana pada tahap pertama ini akan dibangun 1 tower terlebih dahulu dengan total hunian 1.117 unit. Pembangunannya direncanakan akan selesai pada Maret 2018 mendatang. Dengan nilai total investasi Rp 220 miliar rupiah untuk Tower I, Rusunami Sentraland Bekasi dibangun di atas lahan seluas 3,4 hektare, dengan pendanaan dari bank-bank BUMN. Adapun tipe rusunami tahap pertama yang ada pada Sentraland Bekasi adalah dengan dua tipe, yaitu Studio, dan 1 Bedroom.

Adapun rusunami maupun rumah yang dibangun Perum Perumnas dalam rangka Hapernas ini menggunakan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). KPR FLPP ini adalah program pembiayaan perumahan yang ditujukan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang pengelolaannya dilaksanakan oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR.

Turut hadir dalam acara seremonila ini, Irjen Kementerian PUPR, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Pejabat eselon dua Kementerian PUPR, Direktur Layanan PPDPP, stakeholder perumahan, perbankan dan pengembang serta pemerhati perumahan.