SiPetruk Utamakan Aspek Keselamatan dan Kesehatan Hunian

Aplikasi SiPetruk (Sistem Pemantauan Konstruksi) yang digadang oleh Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kini menjadi isu yang hangat, terutama di kalangan para pengembang perumahan. SiPetruk merupakan aplikasi yang diluncurkan pada akhir tahun 2020 dan akan efektif mulai berlaku pada Bulan Juli 2021 mendatang. Melalui SiPetruk, maka pemerintah dapat memantau konstruksi bangunan yang dibangun oleh para pengembang agar dapat sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah, sehingga dapat meminimalisir permasalahan yang timbul pada rumah yang dihuni Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pada Bulan Januari 2021 lalu, PPDPP juga telah melakukan uji coba teknis penerapan aplikasi SiPetruk.

Dalam forum komunikasi rutin yang diselenggarakan antara PPDPP dengan para asosiasi pengembang pada 18 Maret 2021, Arief Sabaruddin, Direktur Utama PPDPP menyampaikan bahwa dalam proses penyiapan SiPetruk menjelang Juli 2021 mendatang, PPDPP terus melakukan komunikasi intensif kepada para pengembang melalui para asosiasi pengembang. Arief menegaskan bahwa keberadaan SiPetruk ini tidak akan mengganggu sedikitpun proses bisnis dari para pengembang perumahan “Saya mengapresiasi masukan dari rekan-rekan asosiasi dalam membangun aplikasi SiPetruk ini. PPDPP tidak ada niat sedikitpun untuk menghambat, justru kita sedang membenahi agar seluruhnya lebih fair, transparan, efisien dan efektif. Ini akan lebih menguatkan para pengembang” terang Arief dalam forum virtual yang menghadirkan 20 asosiasi pengembang dan Perum Perumnas tersebut.

Arief sampaikan, dengan aplikasi SiPetruk maka aspek kualitas bangunan ke depannya tidak perlu dipermasalahkan lagi. Pengembang perumahan melalui SiPetruk juga lebih dimudahkan dalam memantau proses pembangunan perumahannya yang notabennya para pengembang menunjuk kontraktor dalam membangun rumah. Sehingga peran pengembang dapat lebih berfokus pada perencanaan kehidupan dan penghidupan masyarakat lewat perumahan yang dibangunnya, sementara para kontraktor merancang hunian tersebut.

Secara teknis, SiPetruk akan melibatkan tenaga ahli Manajemen Konstruksi (MK) dalam memantau proses pembangunan rumahnya. Dalam merealisasikan hal tersebut, PPDPP menggandeng Bina Konstruksi Kementerian PUPR untuk mengadakan pelatihan pengaplikasian SiPetruk. Hingga kini tercatat hampir 2.100 tenaga ahli yang telah diterima dari para asosiasi pengembang untuk diajukan pelatihan. PPDPP bersama Bina Konstruksi menargetkan pelatihan untuk 3.000 peserta dalam tahap pertama yang akan dilaksanakan pada bulan mendatang.

Selain itu, melalui berbagai masukan dari asosiasi pengembang, PPDPP telah menyederhanakan isian teknis pada aplikasi SiPetruk, dari yang sebelumnya terdiri dari 120 isian, kini menjadi sekitar 30 isian “Kami menyederhanakan pada persyaratan aspek keselamatan dan kesehatan namun tanpa mengabaikan aspek lainnya, yaitu dengan bobot porsi 80 persen, 20 persen lainnya adalah aspek yang kasat mata seperti bentuk bangunan” terang Arief.

Arief melihat aspek tak kasat mata seperti pondasi dan konstruksi bangunan justru merupakan faktor penting dalam menunjang keselamatan para penghuninya “Tampilan tembok maupun lantai yang bagus tidak dapat menjamin bahwa kualitas bangunan, justru apa yang dibalik lantai dan tembok itulah yang perlu kita perhatikan, jangan sampai rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru malah menjadi ancaman bagi para penghuninya” lanjut Arief.

Lebih lanjut Arief menyampaikan bahwa Sistem yang dibangun oleh SiPetruk lebih condong pada aspek penting dalam membangun rumah yang bersifat generik. Sehingga ketika pengembang mengikuti rangkaian sistem proses bisnis yang diterapkan, maka dapat dipastikan tidak akan berbenturan dengan ketentuan pemerintah dan justru malah telah sejalan. “Dalam proses membangun perumahan, pengawasan adalah hal yang mutlak untuk dilakukan. Namun saat ini kita lakukan dengan metode yang lebih baru dan lebih modern” sambung Arief

Aplikasi SiPetruk sudah dapat diperbarui atau diunduh melalui Playstore agar para pengembang dapat melakukan simulasi mandiri sambil menunggu penerapannya di Juli 2021 mendatang.

Melalui SiPetruk, maka bank pelaksana juga dapat lebih mudah melakukan proses kelayakan (appresial) dalam membangun kerjasama bersama para pengembang, dikarenakan bank tidak perlu menanyakan lagi proses pembangunannya karena sudah terekam langsung pada Aplikasi SiKumbang. Saat ini PPDPP juga terus mendorong bank pelaksana untuk segera menuntaskan tindak lanjut antrian SiKasep tahun 2020 yang masih tertahan prosesnya di bank pelaksana.