Sistem Pembiayaan Perumahan yang Efisien Bantu MBR Miliki Rumah

Jakarta – Sistem Pembiayaan Perumahan di Indonesia saat ini belum efisien. “Padahal sistem pembiayaan perumahan yang efisien dapat membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah memiliki rumah”, demikian keterangan Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakya, Maurin Sitorus dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku “Menggagas Sistem Pembiayaan Perumahan Yang Efisien”, di Jakarta, Kamis (10/11).

Selanjutnya Dirjen Pembiayaan Perumahan, mengatakan bahwa persoalan perumahan merupakan masalah yang serius. “Persoalan ini harus ditangani bersama antara pemerintah pusat, pamerintah daerah dan masyarakat itu sendiri”, ujar Maurin Sitorus. Meskipun begitu, pemerintah berkomitmen untuk mengatasi masalah perumahan yaitu dengan mengalokasikan dana perumahan yang setiap tahunnya mengalami peningkatan.

“Selain mengalokasikan anggaran perumahan dari APBN, perlu juga menggerakan dana di luar APBN. Hal ini dikarenakan dana APBN tidak mencukupi untuk perumahan”, tutur Maurin Sitorus.

Di sisi lain, penulis buku “Menggagas Sistem Pembiayaan Perumahan Yang Efisien”, Erica Soeroto, mengatakan bahwa ada tiga ciri sistem pembiayaan perumahan yang efisien. Pertama, pasar primer perumahan harus banyak. “ Ini artinya penyalur KPR harus banyak bukan hanya lembaga keuangan perbankan saja dan KPR harus rendah risiko”, ujar Erica Soeroto.

Ciri kedua, Dana Jangka Panjang senantiasa tersedia dan mudah diakses dan ciri ketiga yaitu, Sistem Keuangan dan Makroekonomi kuat dan stabil, terang Erica Soeroto.

Referensi mengenai buku “Menggagas Sistem Pembiayaan Perumahan Yang Efisien” ini bisa dibaca dalam Buletin Griya Sejahtera edisi 3 yang merupakan buletin dari Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP). (Pembiayaan Perumahan)