Suharso Monoarfa Berharap, Rumah Bisa Dicicil Hingga 30 Tahun

Kredit Pemilikan Rumah (KPR)bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) saat ini yang ditawrkan pemerintah masih berkisar  15 sampai 20 tahun,   dinilai Suharso Monoarfa, Menteri Perumahan Rakyat periode 2010 -2012 masih memberatkan masih masyarakat. Suharso Monoarfa yang juga merupakan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)  meminta agar pemerintah bisa membuat regulasi baru terkait perubahan jangka waktu kredit rumah hingga 30 tahun. “Kita mau coba sampai 30 tahun, tapi belum dimungkinkan. Saya berharap sampai 30 tahun,” ujar Suharso Monoarfa dalam acara Tasyakuran HUT PPDPP ke-6.

Menurutnya, jika jangka waktu kredit bisa sampai 30 tahun, hal itu bisa menguntungkan masyarakat. Pasalnya rakyat lebih memilih menyicil rumah dibandingkan mengontrak dengan waktu selama itu. “Antara sewa rumah dan mencicil rumah hampir sama. Bahkan mungkin lebih murah, jadi orang ingin beli rumah,” kata Suharso.

Suharso menambahkan, pemerintah bisa melakukan hal tersebut jika tidak terlalu dibebankan dengan subsidi rumah. Sehingga porsi pembagian antara subsidi dari APBN dan perbankan menjadi 60/40. “Dikembalikan 60/40 untuk menurunkan suku bunga. Dari 20 tahun bisa jadi 30 tahun,” jelas Suharso.

Dalam kesempatan yang sama, Suharso Monoarfa juga menyinggung masalah data perumahan yang masih menggunakan hasil survei BPS tahun 2010 sebesar 13,5 juta. “Sebaiknya Kementerian PUPR segera merevi hal ini karena seharusnya data tersebut sudah berkurang, ungkapnya.