Terapkan WFH, Penyaluran FLPP Tetap Lancar

Jakarta (19/3) – Usai resmi disampaikan melalui pidato Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada tanggal 15 Maret 2020 lalu terkait Social Distancing (pembatasan interaksi), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera menindaklanjutinya melalui Surat Edaran Nomor 04/SE/M/2020 tertanggal 16 Maret 2020 tentang Penanganan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Selanjutnya sebagai salah satu unit organisasi yang bernaung di Kementerian PUPR, Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) tentu saja mematuhi kebijakan presiden tersebut dengan menerapkan pegawainya yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bekerja di rumah masing-masing menggunakan interaksi online, dengan tetap mengutamakan pelayanan prima kepada masyarakat. Hal tersebut sesuai yang disampaikan pada SE Menteri pada huruf I butir 2 bahwa pelayanan publik secara tatap muka sedapat mungkin dialihkan kepada layanan online.

Pada tanggal 18 Maret 2020 PPDPP telah melakukan uji coba Pemberlakuan Work From Home (WFH) dengan menggunakan dukungan aplikasi Hangout  Meet. Dari hasil dari uji coba tersebut, PPDPP menyatakan diri siap untuk menerapkannya pada tanggal 19 Maret 2020.

Meskipun WFH telah diterapkan, penyaluran FLPP tidak memiliki hambatan, dan berjalan sebagaimana biasanya. Tercatat di hari pertama penerapan WFH, PPDPP berhasil menyalurkan dana bantuan FLPP sebesar Rp43,9 Miliar yang diperuntukkan kepada 434 debitur. Capaian hari pertama tersebut menunjukkan bahwa pengalihan aktifitas kerja dari kantor ke rumah sama sekali tidak mengganggu kinerja PPDPP.

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin dalam evaluasi hari pertama penerapan WFH menyampaikan bahwa penerapan WFH di PPDPP berjalan 100% sesuai dengan instruksi Presiden RI “Ini adalah addict baru, penandatanganan surat pun dapat dilakukan dari rumah. Tidak ada batas ruang, batas waktu, dan batas tempat. Diharapkan mekanisme seperti ini tetap dipertahankan selama diberlakukannya WFH”.

Tidak menutup kemungkinan, Arief Sabaruddin juga memandang ke depannya apabila pandemic Virus Corona di Indonesia telah usai, sistem kerja WFH di beberapa bidang dapat terus diterapkan dengan mempertimbangkan efektivitas, produktivitas dan efisiensi sistem kerja.